TEKANAN PANAS DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DALAM DINAMIKA STATUS HIDRASI PEKERJA KONSTRUKSI

Rahman Kadir, Irwan Irwan, Putri Ayuningtias Mahdang

Abstract


Tekanan panas merupakan salah satu faktor lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan dehidrasi pada pekerja konstruksi yang melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu pekerja seperti umur, lama paparan panas, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan menganalisis tekanan panas dan karakteristik individu pekerja dalam kaitannya dengan status hidrasi pekerja konstruksi di PT. Alif Satya Perkasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pekerja konstruksi sebanyak 31 orang dengan teknik total sampling. Pengukuran tekanan panas dilakukan menggunakan metode Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Status hidrasi dinilai melalui pemeriksaan berat jenis urin menggunakan urine reagent strip, sedangkan karakteristik pekerja meliputi umur, lama paparan panas, dan IMT. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja mengalami dehidrasi berat (58,1%). Terdapat hubungan signifikan antara tekanan panas dengan status hidrasi (P-value = 0,000; r = 0,864) dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Lama paparan panas juga berhubungan signifikan dengan status hidrasi (P-value = 0,000; r = 0,639). Sementara itu, umur (P-value = 0,935) dan IMT (P-value = 0,874) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya yaitu tekanan panas dan lama paparan merupakan faktor penting yang memengaruhi status hidrasi pekerja konstruksi sehingga diperlukan pengendalian tekanan panas dan pengaturan waktu kerja istirahat untuk mencegah dehidrasi.


Keywords


IMT, Lama paparan panas, Pekerja konstruksi, Status hidrasi, Tekanan panas, Umur.

Full Text:

PDF

References


Wingate, R., Yustisia, A., Bhastary, R., & Suwardi M. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. ResearchGate; 2022.

Mahdang PA, Mokodompis Y, Bempa WI. Peningkatan Kesadaran K3 Melalui Upaya Promosi K3 pada Pengrajin Bantal Kapuk Increasing K3 Awareness Through K3 Promotion Efforts for Kapok Pillow Craftsmen. Vol. 7. 2024;7(7):2706–10. doi:10.56338/jks.v7i7.5757

Cahyadi N, Arianto E. Hazard Analysis and Occupational Safety and Health Risk (K3) with Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) in the Canopy Making Process at the Arivlas Workshop, Bantul Regency. Periodicals of Occupational Safety and Health. 2024;3(1):24–33.

BMKG. Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim. 2022.

Salsabila AP, Suroto, Lestantyo D. Usia , Jenis Kerja , Pengetahuan , Iklim Kerja , dan Asupan Cairan. Jurnal Semesta Sehat. 2023;3(2):73–83.

Kurniawati E, Marisdayana R, Entianopa. Pengaruh Iklim Kerja Panas Terhadap Dehidrasi pada Pekerja di Bagian Dryler di Pt. X. Jurnal Keseatan warta Bhakti Husada Mulia. 2022;7(2):599–606.

Al-Bouwarthan M, Quinn MM, Kriebel D, Wegman DH. A Field Evaluation of Construction Workers’ Activity, Hydration Status, and Heat Strain in the Extreme Summer Heat of Saudi Arabia. Ann Work Expo Health. 2022 Jun 24;64(5):522–35. doi:10.1093/annweh/wxaa029

Thom FI, Adi AC. Hubungan Iklim Kerja Panas dengan Status Hidrasi Pekerja: Literatur Review. Media Gizi Kesmas. 2023 Nov 30;12(2):1081–7. doi:10.20473/mgk.v12i2.2023.1081-1087

Sutarto T, Soemarko DS, Ichsan S. The Association between Heat Exposure and Hydration Status Among Production Workers in Fish Processing Company. The Indonesian Journal of Community and Occupational Medicine. 2022;1(3):146–53. doi:10.53773/ijcom.v1i3.33.146-53

Abasilim C, Friedman LS, Martin MC, Madigan D, Perez J, Morera M, et al. Risk factors associated with indicators of dehydration among migrant farmworkers. Environ Res. 2024 Jun;251:118633. doi:10.1016/j.envres.2024.118633

Permenaker. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia; 2018.

Sankar SK, Vijayalakshmi P, Krishnan S, Shanmugam R, Kamalakkanan LP, Venugopal V. Effectiveness of heat stress interventions among outdoor workers: a protocol paper. Front Public Health. 2024;12:1477186. doi:10.3389/fpubh.2024.1477186

Ridwan FH, Anua SM, Aji BS, Nurdin R, Rizky MH, Tejamaya M. Assessment of Occupational Heat Stress in A Selected Indonesian Steel Mill. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2023 Aug 31;12(2):292–303. doi:10.20473/ijosh.v12i2.2023.292-303

Kato K, Nishi T, Lee S, Li L, Evans N, Kiyono K. Evaluating Heat Stress in Occupational Setting with No Established Safety Standards Using Collective Data from Wearable Biosensors. Sensors. 2025 Mar 15;25(6):1832. doi:10.3390/s25061832

Specht JW, Garcia S, Wegman DH, Glaser J, Schlader ZJ, Amorim FT. Heat strain in road construction workers during the summer in New Mexico: A preliminary study. Ann Work Expo Health. 2024;69(2):225–9. doi:10.1093/annweh/wxae097

Okfadi Mangori FS. Status hidrasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pekerja land seismic = Hydration status and related factors among land seismic workers. [Jakarta, Indonesia]: Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran; 2025.

Habibi P, Razmjouei J, Moradi A, Mahdavi F, Fallah-Aliabadi S, Heydari A. Climate change and heat stress resilient outdoor workers: findings from systematic literature review. BMC Public Health. 2024;24:1711. doi:10.1186/s12889-024-19212-3

Zahira BAS. Hubungan asupan cairan, indeks massa tubuh, usia dengan status hidrasi pada pekerja bangunan di Jakarta tahun 2025. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat. 2025;4(3):242–50.

Idris MA, Gitter A, Deemer E, Zhang Y, Gao J. Work- and hydration-related health outcomes prevalence among USA construction workers: evidence from the national survey. Front Public Health. 2026;13. doi:10.3389/fpubh.2025.1721825


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

 
Jambura Journal of Public Health is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License